Aku merindukanmu.
Ah, rasa itu jika dilarang memang semakin mengakar.
Aku memutar sederet lagu darimu.
Oke, itu membuatku semakin merindukanmu.
Tapi, apa kuasaku?
Rasa ini harusnya diabaikan.
Tidak pada ruang waktu yang ini.
Kamis, 20 Juni 2013
Sabtu, 15 Juni 2013
Hujan Ini
Hujan ini mengguyur malam sepiku..
Deras.. Kian deras..
Hujan ini melarutkan hampaku..
Berganti menjadi sesuatu yang lebih tidak masuk akal..
Aneh.
Bahkan aku tak tau ini perasaan apa.
Hujan ini mendinginkan tubuhku..
Menggigil karena hawanya yang begitu menusuk..
Membuatku ingin meringkuk, dalam dekapan malam.
Hujan ini membisingkan telinga..
Menjauhkan anganku tentangmu.
Jauh.
Deras.. Kian deras..
Hujan ini melarutkan hampaku..
Berganti menjadi sesuatu yang lebih tidak masuk akal..
Aneh.
Bahkan aku tak tau ini perasaan apa.
Hujan ini mendinginkan tubuhku..
Menggigil karena hawanya yang begitu menusuk..
Membuatku ingin meringkuk, dalam dekapan malam.
Hujan ini membisingkan telinga..
Menjauhkan anganku tentangmu.
Jauh.
Senin, 20 Mei 2013
Rabu, 01 Mei 2013
Aku Ingin Egois
Seluruh lagu yang ada di ponselku raib. Memori eksternalku sepertinya sedang unjuk rasa karena diisi dengan sekumpulan lagu galau dan foto tak penting. Hahaaa. .
Senin, 29 April 2013
Rindu
Senja ini kembali berpendar.
Dalam waktu yang tiba-tiba dan mendesak.
Senja ini berselimut rindu. Setumpuk rindu.
Astaga, apa yang aku lakukan?
Dosa apa lagi yang ku ukir kini?
Mengapa aku rindu? Rindu kamu.
Kamis, 14 Maret 2013
Teruntuk, Senja.
Selamat malam Senja.
Apa kabarmu? Tampaknya kau sedang tak baik. Karena beberapa hari ini kau tak tampak anggun dengan jinggamu. Kau abu-abu. Bahkan hari ini kau menghitam. Mengapa? Mengapa kau biarkan musim huja merenggut indahmu?
Senja. Aku merindukanmu. Merindukan saat aku merangkai kata demi kata dalam luapan emosi. Marah hingga keyboardku terhentak. Menangis hingga jemari berlumuran air mata. Sedih hingga untuk bernafas sulit. Bahagia hingga berantakan menyusun cerita. Aku rindu. Aku rindu kau, Senja.
Apa kabarmu? Tampaknya kau sedang tak baik. Karena beberapa hari ini kau tak tampak anggun dengan jinggamu. Kau abu-abu. Bahkan hari ini kau menghitam. Mengapa? Mengapa kau biarkan musim huja merenggut indahmu?
Senja. Aku merindukanmu. Merindukan saat aku merangkai kata demi kata dalam luapan emosi. Marah hingga keyboardku terhentak. Menangis hingga jemari berlumuran air mata. Sedih hingga untuk bernafas sulit. Bahagia hingga berantakan menyusun cerita. Aku rindu. Aku rindu kau, Senja.
Sabtu, 08 Desember 2012
Berhenti
aku sudah berhenti dari pelarianku
aku telah sampai di garis akhir, batas pelarianku
aku sudah tak takut lagi menghadapi kenyataan
karena memang sudah tak ada yang harus ditakutkan
sudah tak ada lagi yang disembunyikan
aku sudah berhenti bersikap palsu
menjadi bukan aku dan terdiam seakan bukan aku
aku bahagia menjadi diriku sendiri
tanpa perlu takut akan kamu dia atau mereka
aku kembali tersenyum bahagia dan berhenti dari segala kesia-siaan.
menata kembali hidupku yang penuh berkah
meninggalkan segala dosa yang telah ku ukir
menulis lagi cerita baru yang lebih berkualitas
tanpamu
Langganan:
Postingan (Atom)