Senin, 29 April 2013

Rindu

Senja ini kembali berpendar.
Dalam waktu yang tiba-tiba dan mendesak.
Senja ini berselimut rindu. Setumpuk rindu.
Astaga, apa yang aku lakukan?
Dosa apa lagi yang ku ukir kini?
Mengapa aku rindu? Rindu kamu.

Kamis, 14 Maret 2013

Teruntuk, Senja.

Selamat malam Senja.
Apa kabarmu? Tampaknya kau sedang tak baik. Karena beberapa hari ini kau tak tampak anggun dengan jinggamu. Kau abu-abu. Bahkan hari ini kau menghitam. Mengapa? Mengapa kau biarkan musim huja merenggut indahmu?

Senja. Aku merindukanmu. Merindukan saat aku merangkai kata demi kata dalam luapan emosi. Marah hingga keyboardku terhentak. Menangis hingga jemari berlumuran air mata. Sedih hingga untuk bernafas sulit. Bahagia hingga berantakan menyusun cerita. Aku rindu. Aku rindu kau, Senja.

Sabtu, 08 Desember 2012

Berhenti

aku sudah berhenti dari pelarianku
aku telah sampai di garis akhir, batas pelarianku
aku sudah tak takut lagi menghadapi kenyataan
karena memang sudah tak ada yang harus ditakutkan
sudah tak ada lagi yang disembunyikan

aku sudah berhenti bersikap palsu
menjadi bukan aku dan terdiam seakan bukan aku
aku bahagia menjadi diriku sendiri
tanpa perlu takut akan kamu dia atau mereka

aku kembali tersenyum bahagia dan berhenti dari segala kesia-siaan.
menata kembali hidupku yang penuh berkah
meninggalkan segala dosa yang telah ku ukir
menulis lagi cerita baru yang lebih berkualitas
tanpamu

Kamis, 27 September 2012

Cepat

Berdiri di tengah hiruk pikuk kampus
Melihat setiap tubuh yang buru-buru
Melangkah cepat, berlari mengejar
Mengejar waktu, mengejar mimpi
Ini mengapa dunia begitu cepat berubah
Karena setiap jiwa berpacu cepat
Ini mengapa setiap hati cepat berubah
Karena setiap keadaan berpadu dengan berbagai rasa
Menyebabkan segalanya mudah pudar
Menyebabkan setiap detail terlupa begitu saja

Sabtu, 11 Agustus 2012

Tanya Mengapa

Mengapa rasa yang sangat indah ini
Diabaikan dengan kejam?
Mengapa anugrah yang agung ini
Dipaksa untuk tidak dirasakan?

Mengapa menghindar jika rasa ini masih ada?
Mengapa menjauh ketika kita bisa menyatu?
Mengapa berlari ketika cinta itu memilih untuk bertahan ketimbang pergi?

Jumat, 10 Agustus 2012

Musnah

melihat apa yang tak ingin ku lihat.
rasanya itu seperti bertabrakan dengan sebuah asteroid yang membara.
panas.

merasakan pedih yang tak terkira.
rasanya seperti terluka di tempat yang sama.
padahal luka yang dulu masih basah.
sangat basah hingga kau mampu melihat darah segar menetes darinya.

mungkin ini saatnya melebur.
menghilang bersama rasa sakit yang terus mendera.
musnah bersama matinya jiwa.
apatis terhadap semua karena memang tak ada yang peduli
peduli dengan yang kurasa.

Rabu, 08 Agustus 2012

Tangis

Aku ingin menangis dengan sekerasnya
Agar beban ini musnah
Tapi tak bisa

Apakah persediaan air mataku telah habis?
Atau aku telah lupa bagaimana cara menangis?
Atau mataku terlalu lelah untuk terus menangis?

Siapa peduli aku bisa menangis atau tidak
Siapa yang peduli aku menangis karena apa
Dan tak ada yang peduli sakitnya ini